Tampilkan postingan dengan label ongbak 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ongbak 2. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Mei 2010











ong bak merupakan film thailand yang sukses di berbagai negara.

Tien (Tony Jaa) adalah seorang putra Jendral yang terpaksa harus melihat kedua orang tuanya dibantai Lord Rajsena yang ingin menguasai seluruh negeri. Tien yang berhasil lolos dari pembantaian kemudian ditangkap oleh pedagang budak yang bermaksud menjualnya pada para bangsawan.

Sebelum Tien sempat dijual sebagai budak, seorang pria bernama Chernang yang kemudian menculik Tien. Chernang kemudian mengajarkan bermacam jenis bela diri pada Tien. Bertahun kemudian, Tien yang menguasai berbagai macam bela diri kemudian diangkat sebagai ketua kelompok yang sebelumnya dipimpin oleh Chernang.

Suatu ketika, secara tak sengaja, Tien melihat sebuah pengumuman bahwa Lord Rajsena sedang mencari petarung terbaik untuk menjadi pengawalnya. Tien dengan mudah dapat melewati ujian ini dan berhasil menjadi orang kepercayaan Lord Rajsena. Kini Tien punya kesempatan untuk membalas dendam kematian kedua orang tuanya. Namun bila tak hati-hati maka nyawa Tien sendiri yang akan menjadi korban.

Sebenarnya tak banyak yang dijanjikan oleh film yang disutradarai oleh Tony Jaa ini. Ide cerita masih seputar heroisme ala film-film Shaw Brothers bahkan nyaris tanpa sentuhan apapun. Malah bisa dibilang ide cerita film ini tak jauh dari cerita drama televisi yang hanya menjual 'emosi' pada penonton tanpa ada kedalaman cerita atau karakter. Artinya, penonton akan 'dipaksa' untuk mencintai sang tokoh protagonis dan membenci tokoh antagonis dengan berbekal alasan-alasan klasik.

Sebenarnya tak ada yang salah dengan ide cerita ini selama dari sisi visual masih ada yang mengimbanginya. Beberapa film laga juga mengusung ide cerita yang kurang lebih sama namun mereka berhasil tampil dengan baik karena koreografi tarung yang fresh, special effect yang memukau atau permainan sudut pengambilan gambar yang baik. Sayangnya, itu semua tak ada dalam film yang satu ini.

Sudut pengambilan gambar terasa datar dan bahkan editing terasa terpotong-potong sehingga alur dari satu adegan ke adegan yang lain terasa tersendat-sendat. Akibatnya, jalan cerita yang memang kurang kokoh jadi terasa makin lemah. Apa lagi karakter masing-masing pemerannya juga tak terlalu dalam sehingga kesan artifisial sangat terasa sekali.

Koreografi tarung yang diharap mampu menjadi sebuah suguhan yang memuaskan pun gagal menjadi daya tarik. Pengambilan gambar dari jarak jauh sementara beberapa pemeran tampak sedang 'menunggu giliran' bertarung malah semakin memperburuk performa film ini. Sebenarnya dengan editing yang baik dikombinasi dengan pengambilan gambar dari jarak dekat akan sedikit menolong koreografi tarung film ini. Tentunya itu membutuhkan seorang sutradara yang cukup jeli.

Singkatnya, film ini gagal menyajikan sebuah tontonan yang benar-benar bisa dinikmati dan meski ending film dibuat 'terbuka', tak ada rasa penasaran yang cukup kuat untuk menonton kelanjutan dari film yang sebenarnya adalah prekuel dari film berjudul ONG BAK ini. (kpl/roc)

ong bak 2:thailand movie.


Ong Bak 2 merupakan film action/martial art buatan Thailand dengan bintang laga Tony Jaa, biarpun berjudul Ong Bak 2, tetapi film ini bukan sequel dari Ong Bak: Muay Thai Warrior (2003), tapi justru merupakan prequel (cerita sebelumnya).

Kisahnya juga nggak rumit-rumit banget, bermula dari upaya penyelamatan seorang anak bernama Tien, yang akhirnya bertemu dengan sekelompok bandit dengan kemampuan martial art yang tinggi, Tien kemudian dilatih untuk menjadi pemimpin berikutnya kelompok tersebut. Selanjutnya banyak terjadi flashback, bahwa Tien kecil dikirim untuk belajar nari, lalu orangtua Tien dibunuh oleh pemberontak kerajaan.

Tien yang sudah sakti, bertekad balas dendam atas kematian ortunya, kalo kata Julius Caesar: saya datang, saya lihat, saya menang (veni vidi vici), kalo Tien: Saya datang, saya lihat, saya hajar, dan saya kalah! Yaaa.. udah capek-capek hajar puluhan orang sana-sini, sampai dibantuin gajah segala, tau-taunya keok... dan lebih parahnya lagi, muncul tulisan di layar bioskop "periksa barang bawaan anda sebelum meninggalkan gedung pertunjukan" alias the end!

Ong Bak 2 rencananya akan bersambung ke Ong Bak 3, jadi walaupun endingnya nggak banget, terpaksa harus tetap ditonton bagi yang pengen nonton Ong Bak 3 nanti. Jadi sekarang saya ceritakan bagus-bagusnya dulu, supaya masih niat nonton Ong Bak 2.

1. Brantemnya masih seru, banyak teknik baru yang belum pernah diperlihatkan Tony Jaa di film-film sebelumnya. Misalnya teknik kuncian armbar dan teknik lain yang sering diperagakan aliran jiu-jitsu dan kompetisi martial art, jurus mabuk, jurus jalan di atas gajah (kalo di Ong Bak yang pertama, sudah didemonstrasikan jurus jalan di atas orang), dan penggunaan beragam senjata. Pokoknya (masih) seru deh.

2. Filmnya cukup berseni, walaupun mungkin subyektif. Tapi sinematografinya mengingatkan saya dengan film 300, sepertinya Ong Bak 2 memang diarahkan seperti film komik, mungkin bisa jadi inspirasi sineas Indonesia untuk membuat film dengan pendekatan yang sama, saya bayangkan kalo ada film Si Buta Dari Goa Hantu dengan nuansa seperti 300 atau Ong Bak 2, pasti keren dan membanggakan, asal jangan ngasal ngejiplak karena banyak unsur-unsur budaya Indonesia yang bisa ditampilkan, termasuk martial art-nya.

3. Tony Jaa tampil dengan rambut gondrong sepundak, jadi lebih garang tongkrongannya.

Tapi supaya adil, saya tampilkan juga jelek-jeleknya (rupanya masih ada yang jelek selain ending yang ngegantung).

1. Nggak ada musuh yang mengesankan, kalo seperti Ong Bak yang pertama, kan ada musuh yang jago thai boxing, di Tom Yum Goong lebih asyik lagi, ada capoeira fighter, wushu fighter, sampai wrestler. Sebenernya ada sih musuh yang keren di Ong Bak 2, tapi baru nongol di akhir film, yaitu ninja yang mengalahkan Tony Jaa... eh, Tien, di atas gajah.

2. Banyak adegan yang ngebosenin, seperti adegan nari-nari, terlalu panjaaanng dan kesannya seperti memperpanjang film supaya bisa nyambung ke Ong Bak 3 (Ong Bak 3 baru direncanakan setelah pembuatan Ong Bak 2 sudah harus kejar tayang).

Ong Bak 2 ini kalau dilihat, sebenarnya kurang nyambung dengan Ong Bak, dan terlalu dipaksakan berjudul Ong Bak 2, mungkin dengan pertimbangan bisnis mengingat Ong Bak yang sukses di pasaran. Kalau tertarik melihat beberapa klip pembuatan Ong Bak 2, bisa dilihat di http://tonyjaa.blog.fr atau youtube.com. Secara keseluruhan, menurut saya masih lebih bagus Ong Bak: Muay Thai Warrior atau Tom Yum Goong (terutama adegan laganya, itu kan alasan kita nonton film Tony Jaa?), mudah-mudahan Ong Bak 3 yang rencananya akan keluar akhir 2009 dapat lebih mantap lagi.